Presiden Baru Mesir Hadapi Banyak Masalah

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Kamis, 28 Juni 2012, 09:52 WIB
rmol news logo Terpilihnya presiden baru Mesir, Mohamed Mursi, yang diusung oleh Ikhwanul Muslimin, menjadi tonggak baru kehidupan bernegara. Proses demokratis itu harus dihormati dan semua pihak menerimanya.

Demikian dikatakan Direktur Pusat Kajian Timur Tengah dan Dunia Islam (PKTTDI) Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Hery Sucipto, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu Kamis, (28/6).

Lebih lanjut, Hery menjelaskan bahwa Mursi akan dihadapkan banyak masalah. Yang utama, katanya, bagaimana Mursi dapat membangkitkan kehidupan ekonomi rakyat.

"Sebanyak 40 juta orang dari jumlah penduduk Mesir yang 70 juta jiwa, berpendapatan di bawah 2 dollar. Artinya, tingkat kemiskinan sangat tinggi. Begitupun dengan angka pengangguran," papar Hery.

Di luar masalah itu, lanjut fungsionaris LHKP PP Muhammadiyah ini, Mursi harus dapat menjalin hubungan harmonis dengan militer yang kini memegang kekuasaan tertinggi di negara itu.

Sementara itu, soal persatuan nasional juga tak kalah penting. Menurutnya, pasca pilpres, polarisasi politik dan agama harus segera diakhiri dan kemudian membangun persatuan nasional. 

"Tidak mudah membangun persatuan nasional. Tapi saya yakin, Mursi akan mampu melakukan itu, apalagi dia sudah mengatakan, bahwa ia adalah presiden untuk seluruh rakyat Mesir," pungkasnya. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA