RMOL. Menjadi presiden Prancis pertama yang tidak menikah bukanlah hal mudah. Di dalam negeri dia menang bisa tenang. Tapi jika berkunjung ke negara lain, Francois Hollande bakal bikin pusing tuan rumah.
Francois Hollande dan VaÂlerie Trierweiler hidup bersama tanpa ikatan perkawinan. Hal ini melengkapi julukan Hollande sebagai pencetak sejarah, selain sebagai preÂsiden dari kubu SoÂsialis dalam 20 tahun terakhir. Dia juga menjadi penghuni Istana Elysee pertama tanpa ikatan perÂnikahan dengan paÂsangannya.
Hollande bukan tipe pria yang suka terikat pernikahan. PemimÂpin Partai Sosialis, pemenang pilpres 6 Mei, menghabiskan 30 tahun hidup bersama Segolene Royal, ibu dari empat anaknya. Keduanya berpisah pada 2007 setelah Royal gagal mencalonkan diri dalam pemilu presiden.
Setelah itu, Hollande tinggal bareng pacar lainnya, jurnalis Paris Match Trierweiler (47), ibu tiga anak yang menjanda dua kali. Ada kabar bagus terkait hubungÂan asmara mereka. Keduanya beÂrencana mengukuhkan hubungan sebagai suami istri sebelum HolÂlande diambil sumpah sebaÂgai presiden pada 15 Mei. Namun, baÂÂnyak yang meragukan itu.
Jika Trierweiler tidak juga meÂresmikan hubungannya deÂngan Hollande, ini akan menjadi hal yang memalukan bagi beÂberapa negara yang nanti akan menerima kunjungan mereka. Namun, TrierÂÂÂweiler yang dikenal sebagai warÂtawan majalah yang galak dan tegas, menanggapi dengan santai. Begitu juga dengan Hollande.
“Tidak mungkin nanti akan berakhir seperti yang kalian kira. Mungkin akan rumit saat bertemu dengan Paus. Sejujurnya, ini buÂkan hal yang mengganggu saya. LaÂgian masalah pernikahan adaÂlah maÂsalah pribadi kami,†ujarnya.
Mungkin keduanya tidak terÂlalu memusingkan kunjungan ke Vatikan. Tapi, bagaimana dengan kunjungan ke negara-negara TiÂmur seperti India atau negara-negara Islam? Islam melarang dua orang tinggal bersama tanpa ada hubungan pernikahan. KhuÂsusnya di Arab Saudi, status Hollande dengan Trierweiler ini dianggap tidak senonoh.
Pihak Kementerian Luar NeÂgeri menilai, waktu telah berubah. Kebanyakan negara bersedia meÂnyediakan tempat untuk meÂmeÂnuhi keinginan Hollande sesuai dengan budaya abad ke-21.
“Jika kita minta mereka (neÂgara lain) untuk memperlakukan presiden dan pasangannya seperti istri presiden, mereka akan meÂlakukannya,†ujar salah satu staf Kemlu Prancis.
Protokol di wilayah Eropa lain juga mulai sedikit lebih santai. Di Inggris, Ratu Elizabeth juga meÂnanggapi ini lebih santai.
“Dan saya rasa negara Eropa lainnya juga tidak akan meÂmuÂsingkan hal ini,†kata penulis di harian Le Figaro, Stephane Bern.
“Tidak ada alasan bagi mereka untuk menikah. Ini hanya maÂsalah diplomasi. Dan gelar Ibu NeÂgara bukanlah gelar resmi di Prancis. Jadi, terserah Hollande dan pasangannya untuk meÂnuÂliskan peraturan baru, atau mulai status mereka sebagai paÂsangan yang menikah,†imbuhnya.
Melihat Ke Sarkozy
Pada 2007, Nicolas Sarkozy meÂnang menjadi presiden dengan status menikah dengan Cecilia. Namun, pernikahan tersebut hanÂcur setelah rumor Sarkozy menÂjalin affair dengan model Carla Bruni beredar. Akhirnya, Sarkozy benar-benar mengencani Bruni.
Keduanya berenÂcana melakuÂkan kunjungan keÂneÂgaraan ke India. Padahal, saat itu keduanya belum menikah. Ini menjadi masalah di India. Awak media sibuk memÂpertanyakan apakah si PreÂsiden harus berbagi kamar dengan Bruni atau dipisahkan. Akhirnya Bruni memutuskan untuk tidak menemani Sarkozy ke India. NaÂmun, keduanya kemÂbali lagi ke Taj-Mahal, India, seÂtelah keÂduanya resmi menikah.
Namun, keputusan Sarkozy dan Bruni ini tidak terlalu memÂbuat Vatikan senang. Vatikan menganggap Sarkozy gagal meÂmenuhi protokol. Ditambah lagi, Sarkozy sudah menjalani tiga pernikahan dan tidak menikahi Bruni di gereja. [Harian Rakyat Merdeka]
< SEBELUMNYA
BERIKUTNYA >
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: