"Hari ini setelah melakukan konsultasi dengan pemerintah baru Libya, Amerika Serikat mencabut sebagian besar sanksi atas Pemerintah Libya sebagai komitmen AS kepada rakyat Libya," demikian Gedung Putih.
Dalam pernyataan yang dikutip kantor berita
BBC, pemerintahan Obama juga menyatakan bahwa pihaknya siap menyediakan bantuan teknis yang dibutuhkan Libya untuk membebaskan aset secepat mungkin. Gedung Putih juga menjelaskan, Dewan Keamanan PBB juga akan mencabut sanksi atas bank sentral Libya dan salah satu bank investasi asing di negara itu dalam usaha memenuhi kebutuhan dana tunai.
"Dewan Keamanan PBB akan mengizinkan pemerintah Libya mengakses sebagian besar asetnya di seluruh dunia," lanjut pernyataan Gedung Putih.
Saat ini, Pemerintahan Transisi Libya memang sedang gencar berusaha melepaskan dana sekitar US$ 150 miliar yang dibekukan di luar negeri. Hal tersebut dilakukan guna membayar gaji pegawai agar layanan publik tetap berjalan.
[ald]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: