Sebelumnya IAEA menyebut Iran secara positif telah melakukan uji coba yang berkaitan dengan pengembangan nuklir. Uji coba tersebut, menurut IAEA, melingkupi pengembangan beberapa model komputer yang bisa digunakan sebagai pemicu bom nuklir.
"Informasi IAEA menunjukkan, Iran telah melakukan kegiatan terkait pengembangan perangkat nuklir, dan kegiatan ini terus berlangsung," kata Glyn Davies, Duta Besar AS untuk IAEA.
Namun demikian, Iran tetap bersikeras mengklaim pengembangan program nuklir mereka ramah lingkungan dan digunakan sepenuhnya untuk kepentingan sipil. Seperti dikutip dari
BBC (Sabtu, 19/11), Iran lebih lanjut menuduh laporan IAEA tersebut sebagai suatu dalih politik untuk menekan Iran yang didalangi oleh Amerika Serikat.
"Tuduhan itu merupakan dalih untuk menekan Iran, karena desakan Washington," tegas Wakil Tetap Iran untuk IAEA, Ali Asghar Soltanieh.
Sehubungan dengan munculnya laporan IAEA tersebut, Perancis dan AS terlihat gencar dalam mengupayakan sanksi baru atas Iran. Menteri Luar Negeri Perancis Alain Juppe yang merespons laporan IAEA tersebut langsung mengusulkan sidang Dewan Keamanan PBB.
[ald]
BERITA TERKAIT: