Hingga saat ini belum jelas benar detail kronologi kematian komandan FARC (Fuerzas Armadas Revolucionarias de Colombia) itu. Namun sejumlah laporan menyebutkan bahwa Alfonso Cano tewas setelah dihajar bom militer Kolombia.
"Sidik jarinya sudah sesuai," ujar salah seorang pejabat keamanan senior saat mengkonfirmasi kematian Cano yang dilansir AFP (Sabtu, 5/11).
Pasukan militer Kolombia memang sedang gencar melakukan operasi untuk menangkap pimpinan FARC. Bahkan kabarnya, pemerintah menggelar sayembara dengan memberikan hadiah sebesar US$ 4 juta bagi mereka yang bisa memberikan informasi keberadaan Cano.
Cano adalah pemimpin FARC yang sangat dicari sejak lima tahun terakhir ini. Dia menggantikan Manuel Marulanda yang tewas akibat serangan jantung pada 2008.
FARC didirikan pada tahun 1964 dan merupakan organisasi pemberontak yang juga bergelut di bidang perdagangan obat bius. FARC telah dimasukan ke dalam daftar organisasi teroris dunia oleh Amerika Serikat dan Uni Eropa.
[ald]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: