Melalui sebuah pernyataan resmi, ICC mengaku bahwa pihaknya memang telah menggunakan jasa penghubung untuk melakukan kontak dengan Saif Al Islam.
Menurut jaksa penuntut ICC, Moreno Ocampo, ICC memburu Saif hanya untuk mengadilinya di Mahkamah Kejahatan Internasional. Hal ini dilakukan untuk membuktikan apakah Saif terlibat dalam kasus kejahatan di Libya atau tidak.
Dalam komunikasi dengan Saif Al Islam tersebut, ICC menegaskan bahwa Saif, yang hingga saat ini diburu karena didakwa telah melakukan tindak kejahatan kemanusiaan, tetap dianggap tidak bersalah sampai terbukti di pengadilan.
"Jika dia menyerahkan diri ke ICC, maka dia punya hak untuk didengarkan di pengadilan, (status) dia tidak bersalah sampai terbukti. Hakim yang akan memutuskan," tulis Jaksa Moreno Ocampo dalam pernyataannya sebagaimana dikutip BBC (Sabtu, 29/10).
Lebih lanjut Moreno mengatakan bahwa saluran ilegal tersebut juga memberi informasi bahwa Saif Al Islam akan dipindahkan ke negara yang aman oleh tentara bayaran.
Sebelumnya, ICC telah mengeluarkan surat penangkapan atas Saif Al Islam pada bulan Juni lalu, dengan dakwaan pembunuhan dan penyiksaan. Dokumen ICC menyebutkan bahwa dia berperan besar dalam serangan terhadap warga Libya di Libia yang dilakukan pasukan keamanan pendukung Kolonel Khadafi pada bulan Februari lalu.
[ald]
BERITA TERKAIT: