Dalam sebuah pidato yang disampaikan di depan ribuan warga Georgia di Tbilisi, Sarkozy mengatakan bahwa Rusia memang merupakan teman bagi Prancis. Tetapi, segala upaya Rusia untuk mengintimidasi Georgia merupakan hal yang tidak bisa diterima.
"Prancis memandang Rusia sebagai teman, sebagai rekan strategis. Tetapi ancaman, intimidasi dan upaya untuk membuat situasi tidak stabil adalah hal yang sangat tidak bisa diterima,'' kata Sarkozy dalam pidatonya di Lapangan Kemerdekaan Tbilisi sebagaimana dilansir
BBC (Sabtu, 8/10).
Dia menambahkan bahwa Rusia seharusnya mematuhi semua persyaratan yang diatur dalam kesepakatan gencatan senjata tahun 2008 yang di prakarsai oleh Prancis. Pasalnya, hingga saat ini Rusia belum menarik pasukannya di dua wilayah Georgia, yaitu Abkhazia and Ossetia Selatan. Belum ditariknya pasukan Rusia ini dianggap sebagai bentuk intimidasi dan ancaman terhadap Georgia.
Dalam kunjungan pertamanya pasca perjanjian 2008 itu, Sarkozy juga meminta Georgia untuk bergabung dalam Uni Eropa dan Nato meski ditentang oleh Rusia.
[dem]
BERITA TERKAIT: