Hillary Clinton geram kepada pemerintah Suriah setelah imbauannya agar tidak mengerahkan kekuatan militer dan menggunakan kekerasan dalam menangani demonstran dianggap angin lalu oleh Presiden Assad.
Assad kembali menggunakan kekerasan saat menghentikan unjukrasa massa pro-demokrasi pada Jumat (12/8) yang mengakibatkan sedikitnya 16 warga sipil tewas.
Dengan mengatasnamakan hak asasi manusia, Hillary mendesak semua negara untuk segera memutuskan hubungan politik maupun hubungan dagang dengan Suriah. Menurut mantan Ibu Negara itu, dengan membeli atau mengimpor minyak dan gas dari Suriah, sama saja memberikan kenyamanan bagi Assad dalam melakukan kebrutalannya.
"Kami mendesak negara-negara yang masih membeli minyak dan gas Suriah, negara-negara yang masih mengirim senjata ke Assad, negara-negara yang secara politik dan ekonomi dukungan memberinya kenyamanan dalam kebrutalan, untuk mendapatkan lembar emas dari sejarah," ujar Clinton sebagaimana dilansir
BBC (Sabtu, 13/8).
Clinton juga telah meminta kepada Eropa, Rusia dan China untuk meningkatkan tekanan dan menggunakan pengaruh mereka untuk memboikot Suriah baik secara politik maupun ekonomi.
Sejak Maret lalu diperkirakan lebih dari 1.700 orang tewas dan puluhan ribu lainnya ditahan akibat demonstrasi menentang pemerintahan keluarga Assad yang telah bertahta selama 41 tahun.
[ald]
BERITA TERKAIT: