Demonstrasi di Tottenham Berakhir Ricuh

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Minggu, 07 Agustus 2011, 12:00 WIB
Demonstrasi di Tottenham Berakhir Ricuh
ilustrasi/ist
RMOL. Aksi penembakan polisi terhadap Mark Duggan, Kamis lalu (4/8), memicu protes dari sementara kalangan.

Sekitar 300 massa melempari petugas polisi dan tiga mobil yang sedang berpatroli dengan menggunakan bom molotov, di kawasan Tottenham, London, Inggris (Minggu, 7/8). Selain melempari petugas dengan bom molotov ratusan masa ini juga membakar sebuah bus dan sejumlah bangunan yang ada di kawasan tersebut.

Akibat kejadian ini seorang polisi dilarikan ke rumah sakit dan tujuh orang lainnya dipastikan terluka dalam kerusuhan tersebut.

Massa awalnya secara damai berkumpul di depan kantor polisi setempat dan menuntut keadilan untuk kematian Mark Duggan. Namun situasi berubah menjadi kacau setelah dua mobil polisi yang berada 200 meter dari kumpulan masa diserang. Para demonstran tersebut melempar beberapa bom molotov ke mobil polisi dan mengakibatkan mobil tersebut terbakar. Beruntung tidak ada petugas yang sedang berada di dalam mobil yang terbakar tersebut.

Sementara itu, kasus penembakan Mark Duggan kini sedang diselidiki oleh the Independent Police Complaints Commission  (IPPC). IPPC, melalui komisionernya mengatakan bahwa pihaknya sedang mengumpulkan berbagai bukti yang diharapkan hasilnya bisa diumumkan dalam waktu dekat ini.

Sedangkan pemerintah kota London mengimbau warganya agar menghentikan aksi kekerasan, karena aksi kekerasan tidak akan membantu jalannya penyelidikan.

"Kekerasan dan penghancuran tidak akan membantu penyelidikan kasus ini dan kami meminta warga untuk menghormati hukum," kata juru bicara pemerintah London, Boris Johnson, sebagaimana dikutip BBC (Minggu, 7/8). [yan]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA