Rakyat: Presiden Pasti Jatuh Ramadhan Ini

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Sabtu, 06 Agustus 2011, 10:17 WIB
Rakyat: Presiden Pasti Jatuh Ramadhan Ini
ilustrasi
RMOL. Presiden pasti jatuh di bulan suci Ramadhan 1432 H ini. Begitu keyakinan kuat di kalangan rakyat.

Ribuan warga melakukan unjuk rasa di berbagai kota di Suriah sebagai bentuk respon dari penggunaan tindak kekerasan tentara saat membungkam kelompok oposisi di wilayah Hama. Serangan Suriah ke Kota Hama awal pekan ini (Minggu, 31/7) disebut menimbulkan lebih dari 50 korban tewas. Itu belum termasuk korban tewas di kota lain dalam sepekan ini yang diperkirakan lebih dari 100 orang.

Para aktivis anti pemerintah ini memang secara rutin melakukan unjuk rasa selepas shalat Jumat. Sebagaimana dikutip Al Jazeera (Sabtu 6/8), kemarin mereka membentangkan spanduk bertulis "Allah bersama kami, apakah kalian juga?".

Para demonstran mencoba meyakinkan rakyat Suriah bahwa bulan Ramadhan akan membawa berkah tersendiri bagi perjuangan mereka. Mereka percaya bahwa perjuangan untuk menggulingkan presiden akan terlaksana pada bulan Ramadhan ini.

Gelombang unjuk rasa Suriah untuk menentang Presiden Presiden Bashar Al Assad telah berlangsung sejak pertengahan Maret lalu. Namun aksi kali ini, selain menuntut Presiden Bashar al Assad turun, para demonstran juga mengkritik peranan dunia internasional yang terkesan bisu terhadap kasus yang selama ini menimpa Suriah dan telah menewaskan dua ribu orang.

Dalam aksi yang dilakukan selepas Shalat Jumat tersebut sedikitnya 12 tewas tertembak oleh aparat keamanan yang melakukan tindak kekerasan dalam membubarkan unjuk rasa dengan melepaskan tembakan dan gas air mata.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri  Amerika Serikat Hillary Rodham Clinton menuding pemerintah Suriah telah memerintahkan aparat membunuh lebih dari dua ribu warganya dalam aksi peredaman unjuk rasa kubu oposisi. Dia juga menyatakan, AS akan terus mendukung warga Suriah menciptakan perdamaian dan transisi demokrasi di negaranya.[ald]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA