Raja Kamboja Cuma Boneka PM Hun Sen

Selasa, 31 Mei 2011, 04:30 WIB
Raja Kamboja Cuma Boneka PM Hun Sen
Raja Kamboja Norodom Sihamoni
RMOL. Kedudukannya memang raja. Namun, Raja Kamboja Norodom Sihamoni tidak punya taring sama sekali. Berbeda jauh dengan ayahnya, Raja Norodom Sihanouk yang punya pengaruh besar dan dielu-elukan rakyat. Sihamoni dianggap hanya bo­neka PM Hun Sen.

Sejak menjabat sebagai raja Kamboja pada 2004 silam, Noro­dom Sihamoni, sibuk menggeluti bidang seni ketimbang mengurusi politik kasar dan kacau di tanah airnya. Pasalnya, taring kuasa pewaris Kerajaan Trailing yang berumur 2.000 tahun itu, di­tumpulkan bawahannya.

Pembantu dekatnya sampai para ahli pun mengatakan, bahwa laki-laki yang memiliki kete­rampilan tari balet ini hanyalah hiasan di tembok kerajaan. Dia terlihat bak tahanan di istana sendiri. Tidak ada kebijakan maupun keputusan terkait ke­pemimpinannya sebagai raja yang dia realisasikan.

Semua kebijakan justru di­ambil alih Perdana Menteri (PM) Hun Sen, yang berlatar bel­a­kang anak desa yang miskin namun brilian. Ada juga yang bilang bah­wa Hun Sen adalah politisi yang kejam dan licik.

Kelompok Hak Asasi Manusia menyatakan, Hun Sen dan teman-teman bisnisnya hanya mem­per­kaya diri mereka sendiri, se­dang­kan sebagian besar pen­duduk Kamboja tetap terperosok dalam kemis­kinan.

Anggota oposisi di Parlemen, Anak Chhay, mengatakan, me­lihat kondisi sihamono sekarang, pantas bila masyarakat menye­butnya sebagai raja boneka.

“Kuasanya telah berkurang. Untuk bertahan hidup pun sang raja mesti menyenangkan per­dana menteri. Ini sungguh me­nyedihkan,” ujar Chhay seperti dilansir Associated Press (AP), kemarin.

Karakteristik Raja Sihamoni, kata Chhay, sungguh ber­beda de­ngan ayahnya (Norodom Siha­nouk) yang flamboyan dan penuh karismatik. “Sihamoni berhasil me­ngangkat kerajaannya dan di­anggap seorang raja-dewa oleh rakyatnya. Ribuan orang pun rela berkumpul untuk me­nya­lakan kembang api demi me­rayakan hari ulang tahunnya,” tutur Chhay.

Raja Sihamoni (58), hanya menghabiskan banyak waktu menandatangani dokumen, me­ne­rima tamu dan penanganan bisnis rutin lainnya. “Dia hanya tinggal menunggu masa pen­siunnya sambil membaca dan makan saja,” sindir Pangeran Siso­wath Thomico, sekretaris pribadi Sihanouk.

Berbeda dengan ayahnya, yang memiliki enam istri dan pecinta banyak, Sihamoni adalah bu­ja­ngan seumur hidup dan tidak mungkin meninggalkan ahli wa­ris. Meski demikian, Pangeran Si­­sowath Thomico menegaskan, tidak akan ada permusuhan an­tara raja dan perdana menteri.

Pangeran Norodom Ranarridh (saudara tiri raja Sihamoni) atau yang memimpin partai pro-mo­narki, percaya bahwa masyarakat kamboja masih simpati terhadap Sihamoni.

Menteri Informasi Khieu Kan­harith menegaskan, urusan raja terlibat dalam bidang sosial, aga­ma, me-review peradilan, mene­rima laporan bulanan dari Hun Sen.

“Raja Sihamoni telah me­main­kan peran penting dalam memu­lihkan kerajaan. Sebagai raja dan simbol persatuan na­sional dia menjaga netralitas dan tidak ter­libat dalam kegiatan politik. Jadi, tidak pantas bila dia  (Raja Siha­moni) disebut sebagai tahanan di istana,” tegas Kan­ha­rith.   [RM]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA