G8 Desak Muammar Khaddafi Mundur

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Sabtu, 28 Mei 2011, 09:43 WIB
G8 Desak Muammar Khaddafi Mundur
RMOL. Pemberontakan dan perang saudara yang terjadi di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara menjadi agenda utama Konferensi Tingkat Tinggi G8 tahun ini di Deauville, Perancis.

Para pemimpin negara delapan negara industri dunia membuat suatu pernyataan bahwa Khaddafi sudah tidak lagi memiliki masa depan di Libya. Karena itu, mereka menyerukan Muammar Khaddafi untuk mengundurkan diri.

Pasalnya, menurut mereka, penggunaan kekerasan terhadap warga sipil yang dilakukan pasukan Libya harus segera diakhiri dan para pelaku kekerasan harus segera diadili.

"Khaddafi dan pemerintah Libya gagal memenuhi tanggung jawab melindungi penduduk Libya dan kehilangan semua legitimasi. Dia tidak memiliki masa depan di Libya yang bebas dan demokratis. Dia harus turun," demikianlah isi pernyataan KTT tersebut seperti dikutip dari BBC (Sabtu, 28/5).

Selain itu, G8 juga mengecam tindakan kekerasan yang dilakukan pemerintah Suriah terhadap para pengunjuk rasa. Kelompok negara ekonomi maju ini juga telah menyiapkan dana sebesar 20 miliar Dolar AS untuk Tunisia dan Mesir untuk dua tahun ke depan. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA