Loulichki mengemukakan, usulan ini untuk mempercepat proses pendirian negara Palestina agar tidak tertunda lagi dan juga sebagai bahan pertimbangan bagi Masyrakat Internasional yang beberapa bulan lagi akan melakukan pertemuan yang membahas aspirasi rakyat Palestina ini.
"Hanya ada beberapa bulan sebelum pertemuan yang dijadwalkan Masyrakat Internasional untuk memungkinkan rakyat Palestina mencapai aspirasi yang sah untuk mendirikan negara merdeka dan layak dengan Al Quds Al Sharif sebagai ibukotanya," ujar Loulichki seperti dikutip
MAP (Sabtu, 23/4)
Ia juga menuntut komitmen Presiden AS Barack Obama yang dilontarkan saat pidato di Majelis Umum PBB, mengenai pemenuhan hak-hak sah bangsa Palestina dan pembentukan negara independen bagi rakyat Palestina dalam jangka waktu tertentu.
"Kami (Maroko) mengikuti dengan harapan yang besar dari pemerintah AS untuk mempraktekkan komitmennya, sesuai dengan hukum internasional dan Prinsip
Land for Peace," tambahnya.
[arp]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: