RMOL. Badai revolusi yang melanda Timur Tengah dan Afrika Utara berpotensi menciptkan krisis krisis moneter global menyusul kenaikan harga bahan bakar di pasar internasional yang tak dapat dikontrol.
Hal itu disampaikan Presiden World Bank, Robert Zoellick, dalam konferensi pers usai mengikuti Pertemuan Komite Pembangunan Bank Dunia dan IMF di Washington DC.
Untuk mengantisipasi krisis moneter ini, Zoellick menegaskan, Bank Dunia akan mengucurkan bantuan finansial kepada negara-negara Timur Tengah dan Afrika Utara untuk memperbaiki perekonomian nasional mereka. Saat ini, sebutnya lagi, negara-negara Timur Tengah dan Afrika Utara membutuhkan bantuan untuk dapat mengembangkan prinsip transparansi dan akuntabilitas tata pemerintahan, juga agar dapat menciptakan lapangan pekerjaan. Jaring pengaman sosial juga dibutuhkan, seperti juga halnya penguatan sektor swasta dan pengembangan potensi ekspor.
"Kita harus membuat kemajuan (ekonomi) di negara yang rentan (akan krisis moneter)," tukas Zoellick seperti dikutip dalam situs resmi Bank Dunia (Minggu, 17/4).
Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh perwakilan G-20 yang menyatakan siap memberikan dukungan keuangan untuk membantu pemerintahan baru di Timur Tengah dan Afrika Utara.
[wid]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: