Ketua Parlemen Iran, Ali Larijani, saat membuka sesi persidangan Parlemen Iran, mengatakan bahwa Amerika Serikat telah gagal dalam menyebarluaskan demokrasi di Timur Tengah. Hal ini ditandai dengan keterlibatan Amerika Serikat dalam kekerasan yang terjadi di Libya, Yaman, dan Bahrain.
Keterlibatan Amerika Serikat hanya membuat kondisi keamanan di wilayah Timur Tengah semakin tak terkendalikan. Larijani mengecam Amerika Serikat yang kerap kali mencampuri proses revolusi di Timur Tengah.
Komentar pedas Larijani ini dipicu pernyataan Hillary Clinton yang menganggap Iran sebagai aktor utama kerusuhan di wilayah Timur Tengah. Hillary menyebut Iran telah merekayasa kehancuran proses revolusi demokratis di Timur Tengah.
"Clinton membuat pernyataan tentang pengaruh Iran dalam pemberontakan (di Timur Tengah) saat ini dengan mengatakan bahwa itu semua dipicu oleh Iran," ujar Larijani seperti dilansir IRNA (Minggu, 17/4).
Sebaliknya, menurut Larijani, Iran sama sekali tidak ikut campur. Dan kalaupun ada pihak yang patut dipersalahkan, pihak itu adalah Amerika Serikat yang selama ini memberikan keistimewaan kepada rezim-rezim otoriter di Timur Tengah yang memberikan keuntungan ekonomi kepada Amerika Serikat. [guh]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: