Dikecam Hillary, Khaddafi Sesumbar Dicintai Rakyat

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Selasa, 01 Maret 2011, 14:37 WIB
Dikecam Hillary, Khaddafi Sesumbar Dicintai Rakyat
hillary clinton/ist
RMOL. Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton mengecam kekerasan di Libya yang dikabarkan telah menewaskan ribuan warga sipil. Dalam pertemuan Dewan HAM PBB di Jenewa, Hillary berpendapat bahwa  Khaddafi dan antek-anteknya harus bertanggung jawab atas insiden itu karena telah melanggar hukum internasional. Hillary juga mengatakan pengunduran diri Khaddafi merupakan satu-satunya solusi untuk menghentikan konflik di Libya.

"Kolonel Khaddafi dan orang-orang di sekelilingnya harus bertanggung jawab atas aksi kekerasan di Libya  karena telah melanggar hukum internasional dan ketertiban umum," ujar Hillary seperti dilansir CNN (Selasa,1/3)

"Khaddafi telah kehilangan legitimasi untuk memerintah (Libya) dan ini saatnya Khaddafi untuk pergi," imbuh Hillary.

Menanggapi kecaman Menlu AS tersebut, Khaddafi keukeuh bahwa tidak ada protes yang mengancam dirinya. Khaddafi justru mengklaim bahwa dia sangat dicintai oleh rakyat.

"Tidak ada (aksi) demontrasi di jalanan, (karena) mereka mencintaiku. Semua rakyatku bersamaku. Mereka mencintaiku semuanya. Mereka siap mati untuk melindungiku," ujar Khaddafi. [guh]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA