"Kolonel Khaddafi dan orang-orang di sekelilingnya harus bertanggung jawab atas aksi kekerasan di Libya karena telah melanggar hukum internasional dan ketertiban umum," ujar Hillary seperti dilansir CNN (Selasa,1/3)
"Khaddafi telah kehilangan legitimasi untuk memerintah (Libya) dan ini saatnya Khaddafi untuk pergi," imbuh Hillary.
Menanggapi kecaman Menlu AS tersebut, Khaddafi
keukeuh bahwa tidak ada protes yang mengancam dirinya. Khaddafi justru mengklaim bahwa dia sangat dicintai oleh rakyat.
"Tidak ada (aksi) demontrasi di jalanan, (karena) mereka mencintaiku. Semua rakyatku bersamaku. Mereka mencintaiku semuanya. Mereka siap mati untuk melindungiku," ujar Khaddafi.
[guh]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.