Perdana Menteri Kamboja Hun Sen mengatakan, negaranya meÂmerlukan situasi kondusif dalam ruang lingkup perdamaian dalam bertetangga. Dengan haÂrapan, situasi itu bisa mendorong pemÂbangunan di negaranya. Karena itu, dia mendesak agar perÂtikaian di perbatasan bisa deÂngan cepat terselesaikan agar tidak menyeÂbar ke arah yang memÂperkeruh suasaÂna perdamaian.
“Kebijakan ini kami ambil guna mengubah medan bekas perang ke pasar internasional dan zona pengembangan,†kata PM Hun Sen saat berbicara dengan warga desa di provinsi Meanchey Banteay, dekat perbatasan dengan Thailand seperti dilansir media lokal
Irrawaddy, kemarin.
Dia juga mengatakan, bukan peperangan yang diinginkan Kamboja. â€Negara membutuhÂkan perdamaian dengan tetangga-tetangganya untuk mendorong pembangunan,†ucapnya yang mengacu pada berakhirnya pertiÂkaian Kamboja-Thailand selama 40 tahun terakhir.
“Kami juga akan mengubah perbatasan kami dengan semua negara tetangga kita menjadi perÂbatasan perdamaian, perÂsahaÂbatan dan kerja sama,†imÂbuhnya.
Di tempat terpisah, PM ThaiÂland Abhisit Vejjajiva meÂngaÂtakan, keputusan PBB untuk tiÂdak terlibat konflik antar negara bertetangga adalah solusi terbaik agar pihak bersengketa bisa meÂnyelesaikan sendiri masalahnya.
“Hari ini jelas terlihat bahwa masyarakat dunia ingin melihat masalah diselesaikan melalui pembicaraan. Kamboja mungkin tidak memiliki alasan untuk berÂdebat dengan ini. (Kami) seÂkaÂrang harus bicara lagi,†kata Abhisit di Bangkok.
Namun, pihak Kamboja tetap membantah terlukanya tentara Thailand dalam pertemÂpuran di dekat candi Preah Vihear baru-baru ini disebabkan seraÂngan spoÂradis yang diawali Phnom penh. Mereka mengaku pihaknya tidak pernah menyulutkan pÂeÂpeÂraÂngan.
[RM]
BERITA TERKAIT: