Presiden Amerika Serikat Barack Hussein Obama, yang juga menyambut baik pembebasan pendiri partai Liga Nasional bagi Demokrasi, menyebut Aung San Suu Kyi sebagai umber inspirasi bagi siapa saja yang memperjuangkan hak asasi manusia di Birma dan di seluruh dunia.
Dari dalam negeri, beberapa tokoh politik juga menyambut baik pembebasan pemenang nobel perdamaian dunia itu. Salah satunya adalah Wakil Sekretaris Jenderal DPP PKB, M. Hanif Dhakiri. Kader Muhaimin Iskandar ini mendukung pembebasan pemimpin oposisi itu dari tahanan rumah.
"Saya mendukung penuh dan memberikan apresiasi atas pembebasan Aung San Suu Kyi. Itu perkembangan bagus buat demokrasi di Myanmar", katanya dalam keterangan pers yang diterima
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Senin, 15/11).
Lebih lanjut Hanif menyatakan kekhawatirannya atas sikap pemerintah junta militer Myanmar yang membebaskan Suu Kyi dengan sejumlah ketidakjelasan, terutama menyangkut jaminan keamanan dan kepastian akan pembebasannya secara keseluruhan.
"Kita berharap pemerintah Myanmar membebaskan Suu Kyi tanpa syarat dan memberikan jaminan atas keselamatannya semenjak ia dibebaskan. Saya kira ini penting untuk memberikan kepastian politik di Myanmar sehingga bisa makin produktif untuk demokratisasi di sana", imbuhnya.
Dalam pandangan politisi muda PKB ini, Aung San Suu Kyi merupakan
salah satu ikon demokrasi dunia yang konsisten dengan perjuangannya dalam mewujudkan demokrasi Myanmar dengan menggunakan cara-cara demokratis yang jauh dari kekerasan.
"Kita bisa belajar banyak dari pengalaman panjang Aung San Suu Kyi dalam menegakkan panji-panji demokrasi melalui jalur non-kekerasan dan gerakan politik yang berada dalam koridor sistem politik nasional. Kita lihat itu menyakitkan buat Suu Kyi tetapi ia bertahan dengan prinsip demokrasi dan anti-kekerasannya. Itu luar biasa dan pantas diteladani," tandas dia.
[zul]
BERITA TERKAIT: