Dalam kesempatan itu Najib didampingi Dutabesar RI untuk Maroko, Tosari Widjaja, memberikan pernyataan menjelang pelaksanaan seminar "Peran Parlemen untuk Meningkatkan Hubungan dan Kerjasama Maroko-Indonesia untuk Kesejahteraan Rakyat" yang diselenggarakan Parlemen Maroko hari Senin lalu (27/9). Selain sejumlah anggota Parlemen dari kedua negara, seminar itu juga dihadiri kalangan cendekiawan, rektor universitas dan pengusaha.
Najib mengatakan, Indonesia kan mendukung tawaran otonomi khusus itu di forum-forum PBB dan juga forum internasional lainnya.
Ia menggarisbawahi hubungan politik yang amat baik antara Indonesia dan Maroko dan menyampaikan keinginan untuk mempromosikan kerjasama ekonomi.
Adapun Moudiane, seperti dikutip MAP mengatakan bahwa pertemuan itu merupakan sebuah kesempatan untuk membicarakan promosi hubungan kedua negara yang lebih baik dalam sektor politik, ekonomi, dan keagamaan.
Dalam kaitan ini, ia mengajak saling mempromosikan kunjungan antar-anggota anggota Dewan kedua negara dan menstimulasi insiaitif untuk meningkatkan hubungan grup persahabatan Maroko-Indonesia di Parlemen. [guh]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: