Fahri Hamzah: Impor Pangan Adalah Kemunduran Permanen
Laporan: | Kamis, 06 Oktober 2016, 12:19 WIB

. Pemerintah dinilai tidak bisa menyelesaikan permasalahan kebutuhan pangan nasional yang terjadi selama ini. Padahal permasalahan ini sudah terjadi berulang kali dan sudah sejak lama. Negara pun sejauh ini hanya mampu melakukan impor pangan.
Penilaian itu disampaikan oleh Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah ketika ditemui di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (6/10).
"Kita makan daging, tapi masa mengembangkan ternak aja kita nggak bisa. Dan ini pekerjaan dari zaman baheula, ini kita sudah ternak, kita sudah menjadi petani tapi kenyataannya produksi pertanian kita masih impor semua," ujar Fahri.
Harusnya, tambah politisi PKS ini, pemerintah di tangan Presiden Joko Widodo harus mampu memetakan permasalahan tersebut untuk menyelesaikan masalah impor.
"Jadi kalau impor terus sampai hari gini, jadi nanti setiap capres datang, ngomong Pak Jokowi saya masih ingat dulu, 'masa kita masih impor' dan seterusnya ini nyatanya juga nggak bisa ngapa-ngapain," kritik Fahri.
"Nanti ada
gimik-gimik, kayak KPK, ya kan, mafia impor daging. Sampai hari ini juga nggak ada itu (mafia), sampai hari ini juga impor jalan terus. Sekarangkan Pak Irman Gusman (Ketua DPD nonaktif) dituduh mafia impor gula, sampai nanti juga nggak ada itu mafia. Kayak gini-gini aja," lanjutnya menyesalkan.
Memurut Fahri, permasalahan pangan yang terus berulang ini sesungguhnya hanya terletak pada masalah pertarungan importir.
"Jadi ini adalah kemunduran permanen ketika negara yang tidak bisa mengatasi masalah impor ini," tukas aktivis 98 ini.
[rus]