Pimpinan DPR: Meski Minim Peralatan, Prestasi Prajurit TNI Tidak Surut
Laporan: | Rabu, 05 Oktober 2016, 18:29 WIB

Wakil Ketua DPR RI, Taufik Kurniawan, mengakui bahwa alat utama sistem persenjataan (Alutsista) milik TNI jauh tertinggal dibandingkan negara lain, walau TNI sudah berusia 71 tahun tepat hari ini.
Meski begitu, dia tetap memuji sisi integritas, kapasitas, kapabilitas, intelektualitas serta semangat tempur seluruh prajurit TNI yang di matanya tetap nomor 1 di dunia.
Hal ini disampaikan politikus yang juga menjabat Wakil Ketua Umum DPP PAN itu kepada wartawan di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (5/10).
Taufik sangat setuju dengan Tema HUT TNI yang ke -71 tahun yaitu "Bersama Rakyat, TNI Kuat, Hebat, Profesional, Siap Mewujudkan Indonesia yang Berdaulat, Mandiri dan Berkepribadian".
"Sejak dulu memang TNI selalu bersama rakyat dan memang kuat, profesional, mandiri, berintegritas, sehingga mampu menjaga kedaulatan. Meski masih minim peralatan, prestasi para prajurit TNI tidak pernah surut. Bahkan semakin hari semakin baik dan dapat kita lihat serta rasakan," ujarnya.
Ia menyebutkan peran prajurit TNI pada penanggulangan dan penumpasan terorisme di dalam negeri, penyanderaan WNI, sigap menjaga keamanan wilayah terutama di daerah terpencil dan perbatasan, hingga ikut menjaga keamanan dunia dengan mengirimkan pasukan khusus ke sejumlah negara yang tengah mengalami konflik.
Ia katakan, DPR RI mengapresiasi pemikiran dan langkah Presiden Joko Widodo agar Indonesia memproduksi dan mengembangkan alutsista dalam negeri. Harus dipelajari kemungkinan industri strategis Indonesia dapat memproduksi sendiri alutsista tersebut.
Untuk konteks profesionalisme dan netralitas TNI, Pimpinan DPR RI sangat mengapresiasi Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo yang mengintruksikan sekaligus mengingatkan seluruh prajurit TNI untuk menjaga netralitas khususnya dalam Pilkada Serentak 2017.
Ia juga memuji perintah Panglima agar para prajurit tetap siaga dan memperhatikan kondisi, malakukan lapor cepat apabila menemukan potensi atau hal-hal yang tidak netral yang dapat mengganggu atau menghambat seluruh tahapan pesta demokrasi rakyat tersebut.
[ald]