Jessica Iskandar untuk seÂmentara unggul dari Ludwig Franz Willibald. Upayanya curhat kepada Majelis Hakim Pengadilan Tata Usaha NegaÂra (PTUN), dua pekan lalu, berbuah hasil. Dalam sidang putusan, kemarin, Majelis Hakim menimbang dan memutuskan, gugatan Ludwig kepada Dinas KepenÂdudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta untuk menggugurkan akta nikah, ditolak.
"Mengadili (sambil mengetok palu). Satu, dalam Eksepsi menerima EkÂsepsi Tergugat (Kepala Dukcapil) dan Tergugat II intervensi (Jessica) tentang gugatan penggugat lewat waktu," ucap Ketua Majelis Hakim, Haryati dalam persidangan.
"Dua dalam Pokok Sengketa atau Perkara, menyatakan gugatan penggugat tidak diterima. Menghukum penggugat untuk membayar biaya biaya perkara yang timbul dalam sengketa ini sejumÂlah Rp 316.500," lanjut Haryati.
Dengan kata lain, gugatan yang diÂlayangkan Ludwig kalah dalam perÂsidangan ini. Kekalahan ini dikarenakan, waktu pengajuan gugatan yang dilayangkan Ludwig sudah melewati waktu 90 hari.
Hal itu tercatat dalam Pasal 55 UU No.5 Tahun 1986. Dalam pasal tersebut dituliskan, bahwa gugatan (pengguguran akta pernikahan) dapat diajukan hanya dalam tenggang waktu 90 hari terhitung sejak diterimanya keputusan badan atau pejabat tata usaha negara.
"Dengan demikian, dari apa yang sudah disampaikan sesuai dengan ketentuan hukum dan gugatannya meÂlewati jangka waktu. Gugatan tergugat dinyatakan ditolak," tegas pengacara Jessica, Brian Paneda.
Meski begitu, Jessica belum bisa bernafas lega. Masih ada persidangan gugatan batal nikah di Pengadilan NegÂeri (PN) Jakarta Selatan.
"Dalam PTUN ini hanya administratif dengan pernikahan tersebut. Sehingga dengan demikian, perjuangan belum seleÂsai, masih ada di PN," seloroh Paneda.
Di PN Jaksel, Ludwig tak hanya menggugat batal nikah Jessica. Ia juga menggugat Kepala Dinas Dukcapil serta Gereja Yesus Sejati. Persidangan disana sudah memasuki tahap pemÂbuktian.
Putusan PTUN tentu membuat Ludwig dan tim kuasa hukum pria yang kerap disebut bangsawan Jerman itu merasa kecewa.
"Kami harus bisa diskusikan ini kepada klien. Ini kan hanya administratif, intinya nanti di PN untuk membatalkan pernikaÂhan," ujar Harvardy M Iqbal, pengacara Ludwig.
Padahal, Harvardy sudah memperhiÂtungkan kalau gugatan yang diajukan tidak kadaluarsa.
"Kita mengetahui adanya akta pernikaÂhan itu pada 30 Juli, kalau jangka waktu masih sampai 30 Oktober, sedangkan dalam pengajuan kita tanggal 28 OktoÂber," terangnya.
Apalagi, dari keterangan sakÂsi-saksi beberapa waktu lalu terungkap bahwa tidak ada pemberkatan nikah di Gereja Yesus Sejati.
Masih ada jalan lain yang bisa ditempuh Ludwig, tapi cowok ganteng itu belum memutuskan.
"Untuk hal ini kita harÂus mempelajari putusanÂnya seperti apa. Kita akan pelajari lagi. 90 hari dihiÂtung setelah dua mempelai mengetahui akta dikeluarÂkan," kata Harvardy.
Bagaimana tanggapan Jessica sendiri setelah diÂrinya dimenangkan PTUN? "Tak ada tuntutan apapun ke Ludwig. Yang penting ada seorang ayah untuk El Barrack Alexander (anak), itu saja," kata sang presenter.
Menurutnya saat ini tak penting memÂbahas masalah kasih sayang antara mereka. Apalagi, persoalan mengenai nafkah yang harus diberikan Ludwig kepada anaknya.
"Apabila persoalannya tidak diberikan perhatian, kasih sayang, atau nafkah, itu hal yang berbeda. Paling nanti nama belakangnya minta ditambahkan untuk El," tegasnya. ***
BERITA TERKAIT: