Bagai petir di siang bolong, Chelsea Elizabeth Islan diguncang kasus video buka baju. Tubuh molek artis belia 19 tahun ini samar-samar bisa dilihat banÂyak orang. Setelah hampir dua pekan heboh, Chelsea akhirnya angkat bicara. Bersama ibu dan tantenya, ia memberi pengakuan dalam sebuah acara bincang-bincang bertajuk Media Gathering "Anti Intimidasi dan Pelecehan: Bincang-bincang bersama Chelsea Islan dan Ibu Ratih Ibrahim" di Jakarta, kemarin.
"Saya ingin memberikan pernyataan resmi di media, perihal video Chelsea Islan. Dalam kesempatan ini, saya SaÂmantha Barbara sebagai ibunda Chelsea Islan dan keluarga hendak memberikan keterangan resmi sekaligus pemberitaan menyangkut video mirip Chelsea Islan," Samantha mewakili Chelsea.
Penjelasan secara terbuka ini didorong pemberitaan gencar sejak Rabu (25/2). Bintang film
Street Society, Merry Riana: Mimpi Sejuta Dolar dan
Dibalik 98 ini serta keluarga merasa terusik.
"Ini adalah penyataan resmi kami. Sehingga apabila ada pernyataan-pernyataan di luar sana, yang seakan-akan mewakili kami, maka melalui kesempatan ini kami menyampaikan bahwa hal tersebut bukan berasal dari kami. Dan sama sekali tidak mewakili suara Chelsea Islan dan keluarga kami," ucap Samantha.
"Video tersebut terjadi saat Chelsea berumur 15 tahun yang notabene masih di bawah umur. Video itu direkam tanpa sepengetahuan dan tanpa seizin ChelÂsea," lanjut sang bunda.
Sayang, belum diketahui apa tindakan konkret Chelsea dan keluarga untuk membalas aksi pelaku penyebar video tersebut.
"Ketika kami mengetahui perihal video tersebut, kami sudah melakukan seluruh langkah-langkah yang sudah sepatutnya dan selayaknya kami ambil," ungkap Samantha.
Diakui, mulanya Chelsea sempat tertekan dan kaget. Tapi itu tak berlangÂsung lama. Dara kelahiran Washington DC ini tegar dan menganggapnya sekaÂdar musibah.
"Kejadian tersebut menjadi masa lalu yang tidak dapat diubah dan tidak dapat dihapus. Tetapi bukan masa depan Chelsea. Kami akan terus mendukung Chelsea untuk terus berkarya," kata Samantha.
Ia juga membantah kabar putrinya depresi karena video yang diambil seÂcara diam-diam tersebut.
"Chelsea tidak lari. Chelsea tidak diungsikan. Chelsea tidak depresi. ChelÂsea masih ada dan terus beraktivitas. Bahkan kami baru kembali dari kegiatan luar kota," jelas Samantha.
"Pemberitaan-pemberitaan minggu lalu di media tidak mematahkan atau pun mengoyahkan seÂmangat Chelsea."
Dara yang memulai karier lewat film
Refrain ini ingin memberi contoh kepada para korban pelecehan yang senasib dengannya untuk terus melanjutkan hidup dan aktivitasnya.
"Chelsea berkata kepada saya, ChelÂsea ingin menjadi suara bagi korban-korban lain di luar sana, yang menÂgalami kejadian yang mungkin mirip atau bahkan sama dengan apa yang ia alami. Karena Chelsea saat itu sungguh-sungguh menjadi korban (pelecehan)," tutur Samantha.
Perihal ketegaran Chelsea juga diteÂgaskan tantenya, Debby Sulaiman.
"Saya rasa idola Chelsea itu ada dua, kakeknya dan ibunya. Samantha divoÂnis kanker payudara. Di situ Chelsea melihat, 'oh mama survive'. Mamanya setelah dikemo dan kehilangan rambut cuek. Dia belajar dari hal-hal itu," terang sang tante. ***