Tekanan datang saat pasar masih menunggu keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed), sementara harga minyak dunia dan imbal hasil obligasi global masih menjadi perhatian.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG dibuka di level 6.453,91, turun 0,17 persen atau 11,13 poin dari penutupan sebelumnya di 6.461,15. Pada awal perdagangan, indeks sempat bergerak ke level terendah 6.445,24.
Namun, tekanan tersebut mulai mereda setelah perdagangan berjalan. Sekitar pukul 09.16 WIB, IHSG berbalik menguat 0,52 persen ke level 6.461,15. Indeks bahkan sempat menyentuh level tertinggi 6.510,03.
Pergerakan saham juga mulai didominasi penguatan. Sebanyak 320 saham tercatat naik, sedangkan 214 saham melemah dan 429 saham bergerak stagnan.
Aktivitas perdagangan mencatat volume 3,10 miliar saham dengan nilai transaksi Rp1,48 triliun. Frekuensi transaksi mencapai sekitar 246 ribu kali, dengan kapitalisasi pasar berada di level Rp11.319 triliun.
Pergerakan IHSG selanjutnya masih akan dipengaruhi sentimen global, terutama keputusan suku bunga The Fed. Investor juga mencermati kenaikan harga minyak dunia serta imbal hasil obligasi global yang dapat memengaruhi arah pasar saham.
BERITA TERKAIT: