Aksi korporasi yang efektif berlaku per 1 September 2026 ini sekaligus merampungkan tonggak krusial dalam Implementasi Restrukturisasi Bisnis Hilir Tahap Kedua.
Prosesi penandatanganan dokumen hukum tersebut dipimpin langsung oleh Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra dan Direktur Utama PT Pertamina Energy Terminal Bayu Prostiyono di hadapan Notaris Jose Dima.
Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, memandang langkah ini jauh melampaui sekadar urusan administratif maupun legalitas formal semata.
“Apa yang kita tandatangani hari ini adalah komitmen bersama untuk membangun bisnis hilir yang tidak hanya terintegrasi secara struktural, tetapi juga andal, kompetitif, dan berkeadilan,” ujar Simon dalam keterangan yang diterima redaksi, Jumat 11 September 2026.
Di tengah gelombang transformasi yang menuntut kelincahan, Simon memberikan instruksi keras agar denyut distribusi energi kepada publik tidak mengalami hambatan sekecil apa pun. Penyelenggaraan pasokan energi bagi masyarakat dari Sabang sampai Merauke tetap diposisikan sebagai mandat utama yang harus dikawal oleh seluruh insan perusahaan.
“Di tengah arus transformasi yang kompleks dan menuntut, operasional bisnis hilir tidak boleh surut, bahkan satu detik pun,” tegas Simon.
"Kita tidak hanya membangun struktur, tetapi juga menjaga denyut pelayanan kepada bangsa,” tambahnya.
Penggabungan entitas ini turut diletakkan dalam visi besar adaptasi BUMN yang lincah dan berdaya saing global sejalan dengan arahan Danantara. Jajaran manajemen diminta menjaga arah tata kelola yang transparan, memastikan transisi berjalan mulus tanpa mengorbankan operasional harian, serta terus menggenjot efisiensi rantai pasok.
“Teruslah mengoptimalkan rantai nilai, efisiensi biaya, dan sinergi operasional, sehingga Pertamina benar-benar menjadi perusahaan energi yang fokus, kuat, dan bermartabat,” tegas Simon.
Agenda konsolidasi ini merupakan kelanjutan dari babak pertama restrukturisasi hilir yang telah bergulir sejak 1 Februari 2026 lalu, yang sebelumnya merangkul penggabungan PT Kilang Pertamina Internasional serta lini pendukung pelayaran. Melalui rangkaian transformasi yang berkelanjutan ini, Pertamina memfokuskan tenaga pada penguatan efisiensi operasional demi mengokohkan ketahanan dan kemandirian energi nasional.
BERITA TERKAIT: