Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengatakan, forum tingkat menteri tersebut menjadi langkah penting untuk memastikan berbagai kesepakatan bilateral dapat ditindaklanjuti dan memberikan manfaat nyata bagi perekonomian kedua negara.
“Pertemuan hari ini telah menghasilkan sejumlah kesepahaman dan komitmen bersama,” ujar Budi di Kementerian Perdagangan (Kemendag), Kamis 3 September 2026.
Dalam forum tersebut, terdapat lima poin utama yang disepakati. Pertama, memperkuat kerja sama perdagangan dan investasi bilateral melalui mekanisme yang relevan.
Kedua, meningkatkan efektivitas implementasi
Border Trade Agreement (BTA). Ketiga, memperluas akses pasar dan fasilitasi perdagangan bagi kedua negara, termasuk produk pertanian dan pangan, sekaligus menyelesaikan berbagai hambatan yang ada.
Keempat, kedua negara berkomitmen mendorong iklim investasi yang kondusif. Kelima, kerja sama strategis akan dilanjutkan di sejumlah bidang, seperti perdagangan elektronik (
e-commerce), pertanian, hingga standarisasi halal.
Menteri Investasi, Perdagangan, dan Industri Malaysia, Datuk Seri Johari Abdul Ghani, mengatakan terdapat banyak isu penting bagi kedua negara yang dibahas dalam pertemuan tersebut.
“Salah satunya adalah Perjanjian Perdagangan Perbatasan yang telah kita tanda tangani pada tahun 2023 dan akan efektif berlaku pada bulan Juli 2026. Kita berharap perjanjian perbatasan ini dapat memfasilitasi banyak kegiatan ekonomi antara kedua negara,” ujar Johari.
Pertemuan JTIC juga membahas kebijakan devisa hasil ekspor (DHE) sumber daya alam (SDA) yang diterapkan pemerintah Indonesia. Johari mengatakan Malaysia kini telah memahami maksud dan tujuan kebijakan tersebut.
“Sebagai komunitas bisnis Malaysia, kita akan mendukung kebijakan tersebut, apa pun yang baik untuk Indonesia. Jika kita ingin datang ke sini untuk berbisnis, kita akan terus mematuhi kebijakan yang berlaku di Indonesia,” kata Johari.
Selain penguatan kerja sama, pertemuan tersebut juga mencatat nilai perdagangan dan investasi kedua negara. Tahun lalu, total perdagangan Indonesia dan Malaysia mencapai 114 miliar ringgit.
Sementara pada kurun waktu 2023 hingga 2025, Malaysia telah membawa investasi ke Indonesia sekitar 70 miliar ringgit.
“Kita telah membawa investasi ke Indonesia sekitar 70 miliar ringgit. Nilai tersebut setara dengan sekitar 17 miliar dolar AS, selama hampir tiga tahun,” kata Johari.
BERITA TERKAIT: