PSEL Bekasi Ditargetkan Beroperasi 2028, PLN Siap Serap Listrik dari Sampah

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/alifia-dwi-ramandhita-1'>ALIFIA DWI RAMANDHITA</a>
LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA
  • Kamis, 27 Agustus 2026, 21:41 WIB
PSEL Bekasi Ditargetkan Beroperasi 2028, PLN Siap Serap Listrik dari Sampah
Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBL) atau Power Purchase Agreement (PPA) dengan PT PLN (Persero). (Foto: Danantata Indonesia)
Kecil Besar
rmol news logo Fasilitas Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Ciketing Udik, Bantar Gebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, ditargetkan mulai beroperasi pada pertengahan 2028.
HUT RMOL news

Fasilitas yang dibangun Danantara Indonesia melalui PT Danantara Investment Management (DIM) dan PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) itu menelan investasi hingga Rp3 triliun.

PSEL tersebut nantinya memiliki kapasitas pengolahan hingga 1.500 ton sampah per hari untuk dikonversi menjadi energi listrik.

Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir mengatakan, proyek tersebut tidak hanya ditujukan untuk mengatasi persoalan sampah, tetapi juga memberikan nilai ekonomi dan energi bagi masyarakat sekitar.

"Peresmian Pembangunan PSEL ini menandai hadirnya solusi nyata untuk menjawab tantangan darurat sampah di Indonesia dan secara terkhusus di kota Bekasi. PSEL Kota Bekasi juga diharapkan dapat menciptakan nilai lingkungan, energi, dan ekonomi bagi masyarakat sekitar,” kata Pandu dalam keterangan tertulis, dikutip Kamis, 27 Agustus 2026.

Dalam rangkaian peresmian, turut dilakukan penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBL) atau Power Purchase Agreement (PPA) dengan PT PLN (Persero).

Perjanjian tersebut menjadi landasan penyerapan listrik yang nantinya dihasilkan PSEL Kota Bekasi ke jaringan PLN, sekaligus memberikan kepastian offtake bagi keberlanjutan operasional proyek. Harga pembelian listrik ditetapkan sebesar 0,20 Dolar AS per kWh untuk seluruh kapasitas.

Dalam pengoperasiannya, PSEL Bekasi akan menggunakan teknologi moving grate incinerator yang dilengkapi Air Pollution Control System (APCS) berlapis.

Teknologi tersebut dipilih menyesuaikan karakteristik sampah di Indonesia serta dirancang untuk mengurangi volume sampah secara signifikan dalam waktu relatif cepat.

Sistem pengolahan tersebut juga mengacu pada standar emisi European Union Industrial Emissions Directive (EU IED).

Selain pengolahan sampah menjadi listrik, PSEL Bekasi akan bersinergi dengan teknologi pirolisis untuk mengolah timbunan sampah eksisting menjadi energi terbarukan berupa bahan bakar minyak.

Pembangunan PSEL Kota Bekasi merupakan proyek kedua yang mulai dibangun Danantara Indonesia setelah PSEL Denpasar Raya pada Juli 2026. Proyek ini juga berstatus sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN).rmol news logo article


Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA