1.500 Ton Sampah per Hari Bakal Disulap jadi Listrik Lewat Proyek PSEL Bekasi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/alifia-dwi-ramandhita-1'>ALIFIA DWI RAMANDHITA</a>
LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA
  • Kamis, 27 Agustus 2026, 19:53 WIB
1.500 Ton Sampah per Hari Bakal Disulap jadi Listrik Lewat Proyek PSEL Bekasi
Peresmian pembangunan fasilitas Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Ciketing Udik, Bantar Gebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, Rabu, 26 Agustus 2026. (Foto: Dokumentasi Danantara Indonesia)
Kecil Besar
rmol news logo Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia resmi memulai pembangunan fasilitas Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Ciketing Udik, Bantar Gebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, Rabu, 26 Agustus 2026.
HUT RMOL news

Pembangunan PSEL tersebut diresmikan melalui PT Danantara Investment Management (DIM) bersama PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) dengan total investasi mencapai Rp3 triliun.

Fasilitas ini ditargetkan mampu mengolah hingga 1.500 ton sampah per hari menjadi energi listrik dan mulai beroperasi pada pertengahan 2028.

Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir mengatakan, pembangunan PSEL Kota Bekasi menjadi salah satu solusi untuk menjawab persoalan sampah, sekaligus menciptakan manfaat ekonomi dan lingkungan bagi masyarakat.

"Peresmian Pembangunan PSEL hari ini menandai hadirnya solusi nyata untuk menjawab tantangan darurat sampah di Indonesia dan secara terkhusus di kota Bekasi. PSEL Kota Bekasi juga diharapkan dapat menciptakan nilai lingkungan, energi, dan ekonomi bagi masyarakat sekitar,” kata Pandu dalam keterangan tertulis, dikutip Kamis, 27 Agustus 2026.

Pandu menjelaskan proyek ini juga diharapkan dapat menciptakan ribuan lapangan kerja hijau untuk warga sekitar.

“Inisiatif ini diharapkan menghasilkan hampir 1.000 lapangan kerja hijau dan menyediakan energi bersih bagi puluhan ribu rumah tangga,” sambung Pandu.

Pembangunan fasilitas itu disebut menjadi langkah penting di tengah kondisi tempat pembuangan akhir (TPA) di Kota Bekasi yang telah melampaui kapasitas. 

PSEL diharapkan menjadi alternatif pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan bagi kawasan dengan kepadatan penduduk tinggi tersebut.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menambahkan kolaborasi antara pemerintah dan berbagai pihak diperlukan untuk mempercepat penanganan persoalan sampah.

"Dengan kolaborasi yang kuat, kami optimistis timbunan sampah yang selama ini menjadi persoalan di berbagai daerah dapat ditangani lebih cepat. Semoga melalui upaya bersama, kita dapat menghadirkan solusi nyata bagi pengelolaan sampah di Indonesia,” tuturnya.

PSEL Kota Bekasi ini akan menggunakan teknologi moving grate incinerator yang dilengkapi Air Pollution Control System (APCS) berlapis. 

Teknologi tersebut dirancang untuk mengurangi volume sampah sekaligus menekan emisi dengan mengacu pada standar European Union Industrial Emissions Directive (EU IED).

Adapun pembangunan PSEL Kota Bekasi ini merupakan proyek kedua yang mulai dibangun Danantara Indonesia setelah PSEL Denpasar Raya pada Juli 2026. Proyek tersebut merupakan bagian dari mandat pengelolaan sampah perkotaan sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025.rmol news logo article


Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA