Keputusan restriktif ini diambil menyusul adanya penundaan kewajiban pembayaran bunga obligasi yang jatuh tempo pada hari yang sama.
Langkah penghentian perdagangan tersebut tertuang dalam pengumuman resmi BEI dengan nomor Peng-SPT-00017/BEI.PP2/08-2026.
Surat keputusan itu ditandatangani bersama oleh Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 2, Adi Pratomo Aryanto, serta Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan, Pande Made Kusuma Ari.
Dalam pengumuman tersebut, bursa menjelaskan bahwa suspensi ini dilatarbelakangi oleh penundaan pembayaran kupon atau bunga ke-17 untuk instrumen Obligasi Berkelanjutan III Adhi Karya Tahap III Tahun 2022 Seri B (ADHI03BCN3) dan Seri C (ADHI03CCN3).
Pihak otoritas bursa menilai penundaan kewajiban finansial ini mengindikasikan adanya permasalahan serius pada kelangsungan usaha atau going concern perseroan ke depan.
Sebelum keputusan suspensi ini dijatuhkan, pihak bursa telah menelaah surat dari emiten konstruksi pelat merah tersebut dengan nomor 014-19/2026/010 per 21 Agustus 2026 mengenai kesiapan dana pembayaran bunga obligasi.
Langkah tersebut kemudian diperkuat dan dikonfirmasi melalui surat PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) nomor KSEI-6083/DIR/0826 yang melaporkan penundaan pembayaran kupon obligasi terkait. Menghadapi situasi pelik ini, BEI secara tegas meminta seluruh pemangku kepentingan, investor, dan pihak terkait untuk selalu mencermati setiap keterbukaan informasi yang disampaikan oleh perseroan.
Kondisi fundamental yang tertekan tersebut langsung tercermin pada pergerakan harga saham emiten bersandi ADHI di lantai bursa.
Pantauan RMOL berdasarkan data bursa, pada pukul 11:02 WIB, saham ADHI terpantau berada di level Rp133 per lembar saham.
Performa harga saham emiten BUMN karya ini menunjukkan tren koreksi tajam dan tekanan jual yang masif di berbagai rentang waktu investasi, di mana saham ADHI mengalami pelemahan sebesar 5 poin atau terkoreksi 3,62 persen dari posisi penutupan sebelumnya di level Rp138.
Pada perdagangan sesi perdana tersebut, saham ADHI sempat dibuka pada level Rp137 dengan rentang harga harian bergerak di kisaran Rp132 sebagai titik terendah hingga Rp138 sebagai titik tertinggi.
Tekanan jual yang kuat juga terlihat dari volume transaksi yang membengkak hingga mencapai 33.553.094 saham dengan nilai transaksi keseluruhan menembus angka Rp4.492.299.438 dari total 2.717 kali frekuensi perdagangan.
BERITA TERKAIT: