Eskalasi konflik AS-Iran di Selat Hormuz mengganggu arus tanker LNG dan memicu lonjakan harga gas alam Eropa, yang kembali meningkatkan risiko inflasi.
Meski harga minyak mentah Brent sempat melandai ke bawah 88 Dolar AS per barel seiring munculnya kabar usulan jeda permusuhan, sikap hati-hati tetap mendominasi pasar. Investor kini mencermati keputusan Bank Sentral Eropa (ECB) yang diproyeksikan masih mempertahankan suku bunga acuan pekan ini.
Di tingkat regional, DAX 40 Jerman dan CAC 40 Prancis menguat sangat terbatas, FTSE MIB Italia stabil di 51.863, sementara FTSE 100 Inggris merosot lebih dari 0,5 persen tertekan sektor komoditas dan dinamika transisi kepemimpinan Perdana Menteri Andy Burnham.
Kinerja bursa ditopang oleh penguatan sektor perbankan seperti BNP Paribas dan UniCredit, serta lonjakan saham energi dan teknologi,
Saham Siemens Energy, naik 3,3 persen. Namun, saham Shell turun 0,8 persen, HSBC kehilangan 0,9 persen, AstraZeneca turun 1,5 persen, Rolls-Royce merosot 0,4 persen.
Sebaliknya, tekanan melanda sektor barang mewah akibat tingginya imbal hasil obligasi global, maskapai penerbangan seperti Ryanair akibat melambungnya biaya bahan bakar, serta saham utilitas yang terbeban kenaikan harga gas.
BERITA TERKAIT: