Menkop Bocorkan Kopdes Sumsel Bakal Resmikan Pabrik CPO Berkapasitas 60 Ton per Jam

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/alifia-dwi-ramandhita-1'>ALIFIA DWI RAMANDHITA</a>
LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA
  • Sabtu, 04 Juli 2026, 15:02 WIB
Menkop Bocorkan Kopdes Sumsel Bakal Resmikan Pabrik CPO Berkapasitas 60 Ton per Jam
Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono. (Foto: Kemenkop)
rmol news logo Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengungkapkan Koperasi Desa/Kelurahan Musi Banyuasin, Sumatera Selatan akan meresmikan pabrik pengolahan crude palm oil (CPO) sendiri. Peresmian tersebut dijadwalkan pada akhir Juli atau awal Agustus 2026.

"Kami nanti akhir bulan Juli atau awal Agustus kami akan melaksanakan peresmian pabrik CPO oleh koperasi di Musi Banyuasin dengan luas lahan 3.100 hektare (ha) dengan kemampuan produksi 60 ton per jam," kata Ferry dalam keterangan tertulis dikutip Sabtu, 4 Juli 2026.

Menurut Ferry, keberadaan pabrik tersebut akan memperkuat posisi koperasi dalam rantai industri sawit nasional. Selama ini, koperasi dan petani masih bergantung pada pabrik pengolahan milik swasta untuk mengolah tandan buah segar menjadi CPO.

Dengan memiliki fasilitas pengolahan sendiri, koperasi diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah komoditas sawit sekaligus memperkuat kemandirian usaha.

Ferry menambahkan, hasil pengolahan CPO nantinya tidak berhenti di tahap produksi bahan baku. Pemerintah juga menargetkan koperasi mampu mengembangkan produk turunan, seperti minyak makan merah hingga minyak goreng yang akan dipasarkan melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

"Jadi kita tidak bergantung lagi dengan pabrik-pabrik CPO yang dimiliki oleh pihak yang lain. Jadi koperasi bisa lebih mandiri dan harapannya nanti hasil produk turunannya bisa minyak makan merah atau minyak goreng dan sebagainya, dan hasil produksinya kalau nanti bisa sampai ke minyak goreng," ujarnya.

Langkah tersebut merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto agar koperasi tidak hanya berperan sebagai pengelola kebun, tetapi juga terlibat dalam seluruh rantai bisnis industri sawit, mulai dari hulu hingga hilir.

"Kalau yang kemarin kan semuanya swasta, kebunnya swasta, CPO-nya swasta, produk turunannya swasta. Sekarang atas arahan Bapak Presiden, koperasi itu harus terlibat bukan hanya di kebun tapi juga ikut terlibat di proses produksinya sampai ke produk turunannya,"tandasnya. rmol news logo article


Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
EDITOR: RENI ERINA

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA