Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron menegaskan, ketahanan energi tidak hanya bergantung pada kecukupan pasokan, tetapi juga kemampuan menghadirkan energi hingga ke seluruh pelosok negeri.
"Sebagai BUMN energi, Pertamina mengemban amanah untuk memastikan masyarakat dapat memperoleh akses energi di mana pun mereka berada. Karena itu, kami terus memperkuat jaringan distribusi dan infrastruktur agar BBM maupun LPG dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah terdepan, terluar, dan tertinggal," ujar Baron dalam keterangannya, Selasa, 30 Juni 2026.
Sepanjang Januari hingga Desember 2025, Pertamina melalui Subholding Downstream menyalurkan 18,23 juta kiloliter Solar Subsidi, 28,06 juta kiloliter Pertalite, 507,94 ribu kiloliter minyak tanah, serta 8,52 juta metrik ton LPG tabung 3 kilogram.
Keandalan distribusi energi itu didukung jaringan infrastruktur yang tersebar di seluruh Indonesia. Hingga akhir 2025, Pertamina mengoperasikan 15.380 titik penyaluran BBM dan 273.388 pangkalan LPG di 38 provinsi.
Untuk memperluas akses energi di wilayah 3T, Pertamina juga telah mengoperasikan 588 lembaga penyalur BBM Satu Harga yang dibangun sepanjang 2017-2025. Program tersebut memastikan masyarakat memperoleh BBM dengan harga yang sama seperti di wilayah lainnya.
Selain itu, Pertamina mengoperasikan 6.703 Pertashop yang melayani masyarakat di daerah yang belum terjangkau SPBU. Sementara melalui Program One Village One Outlet (OVOO), distribusi LPG bersubsidi kini telah menjangkau 70.451 desa dan kelurahan atau sekitar 96,3 persen wilayah Indonesia.
Kelancaran distribusi energi nasional juga ditopang 481 armada kapal yang beroperasi sepanjang 2025, terdiri dari 110 kapal tanker, satu unit Floating Storage Offloading (FSO), serta 370 kapal pendukung. Armada tersebut menjadi penghubung distribusi BBM, LPG, dan produk energi lainnya ke berbagai wilayah di Tanah Air.
"Kami terus memperkuat infrastruktur distribusi, memperluas jangkauan BBM Satu Harga, Pertashop, serta jaringan pangkalan LPG agar akses energi semakin mudah, merata, dan andal bagi masyarakat. Upaya ini sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional dan mendukung aktivitas ekonomi di seluruh Indonesia," tutup Baron.
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: