Berdasarkan data RTI Business, IHSG sebenarnya mengawali hari di level 5.801 dan sempat merangkak naik ke titik tertinggi 5.811. Namun, gelombang koreksi yang masif menyeret indeks ke zona merah hingga terpuruk ke level terendahnya di posisi 5.638 sepanjang paruh pertama hari ini.
Kelesuan pasar tercermin jelas dari rontoknya mayoritas saham, di mana 583 saham berguguran dan 110 saham lainnya berjalan di tempat, menyisakan hanya 99 saham yang berhasil menguat.
Akibat kejatuhan massal ini, kapitalisasi pasar menyusut ke angka Rp9.963,71 triliun. Meskipun pasar melemah, aktivitas perdagangan di sesi I terhitung sangat padat dengan mencatatkan volume 12,43 miliar saham dan nilai transaksi mencapai Rp7,52 triliun melalui 903.131 kali frekuensi perdagangan.
Tekanan bagi IHSG kian diperberat oleh langkah investor asing yang gencar menarik dana mereka dari pasar domestik, dengan total jual bersih atau net sell mencapai Rp881,58 miliar di seluruh pasar.
Aksi lepas saham di pasar reguler menjadi penyumbang tekanan terbesar dengan nilai net sell Rp854,10 miliar, sementara pasar negosiasi dan tunai juga ikut mencatat jual bersih sebesar Rp27,48 miliar.
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: