Revisi tersebut didorong oleh perkiraan pasar tembaga global yang semakin ketat akibat pertumbuhan pasokan yang lambat, sementara permintaan impor dari Amerika Serikat terus meningkat dan menyerap lebih banyak pasokan dunia.
Bank investasi itu juga menaikkan target rata-rata harga tembaga tahun 2027 menjadi 13.800 Dolar AS per ton, dari sebelumnya 12.150 Dolar AS per ton.
Menurut Goldman Sachs, keterbatasan pasokan diperkirakan berlangsung lebih lama, sementara permintaan tetap kuat didukung transisi energi, pembangunan jaringan listrik, kendaraan listrik (EV), pusat data, serta infrastruktur kecerdasan buatan (AI).
Dengan kombinasi pasokan yang terbatas dan permintaan yang terus tumbuh, Goldman Sachs menilai harga tembaga berpotensi bertahan di level tinggi dalam jangka menengah hingga panjang.
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: