Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama, naik tipis 0,05 persen ke level 99,216.
Sejak pertengahan Mei, DXY bergerak dalam rentang terbatas antara 98,9 hingga 99,5.
Pelaku pasar menilai tercapainya kesepakatan AS-Iran berpotensi meredakan ketegangan geopolitik dan mengurangi permintaan terhadap dolar sebagai aset safe-haven. Namun, ketidakpastian terkait konflik di Timur Tengah masih membuat investor bersikap hati-hati.
Di sisi lain, Dolar mendapat dukungan dari data ekonomi AS yang tetap solid. Jumlah lowongan pekerjaan naik menjadi 7,62 juta pada April, melampaui ekspektasi pasar dan memperkuat perhatian investor terhadap laporan ketenagakerjaan yang akan dirilis Jumat.
Meski demikian, kombinasi ekspektasi kebijakan Federal Reserve yang masih hati-hati dan berkurangnya permintaan aset aman telah membatasi penguatan dolar dalam beberapa pekan terakhir.
Sementara itu Euro masih melemah tipis 0,03 persen ke posisi 1,1629 Dolar AS, saat tersiar kabar bahwa Bank Sentral Eropa (ECB) akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin.
Yen tercatat berada di level 159,92 per Dolar AS, sangat dekat dengan ambang yang selama ini diawasi ketat oleh pelaku pasar.
BERITA TERKAIT: