Berdasarkan data
Bloomberg, Rupiah berada di level Rp17.858 per Dolar AS atau melemah 57 poin setara 0,32 persen dibanding perdagangan sebelumnya.
Ini menjadi level terlemah sepanjang sejarah baru, dan melampaui angka yang dikhawatirkan masyarakat menjelang Hari Kemerdekaan RI, yaitu di level Rp17.845 per Dolar AS.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai pergerakan Rupiah saat ini tidak sejalan dengan fundamental ekonomi Indonesia yang dinilai masih kuat.
“Kan fundamentalnya bagus, sebetulnya nggak masuk akal. Rupiah melemah itu kalau ada gangguan,” ujar Purbaya saat ditemui di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta pada Rabu, 27 Mei 2026.
Ia juga sempat berkelakar ketika ditanya mengenai evaluasi pemerintah atau stress test terhadap tekanan Rupiah.
“Ya saya yang stres hahaha,” katanya.
Meski melemah, Purbaya menyebut imbal hasil (yield) di pasar obligasi Indonesia mengalami penurunan. Hal ini, kata Purbaya tak terlepas dari aksi pemerintah melakukan intervensi di pasar Surat Berharga Negara (SBN) atau treasury operation demi meniaga stabilitas nilai tukar.
Menurutnya, selama pasar obligasi Indonesia terkendali, aliran modal asing akan masuk. Ke depan, ia mengatakan akan ada aksi lagi untuk menjaga nilai tukar Rupiah.
BERITA TERKAIT: