Dikutip dari
CNBC International, Sabtu 23 Mei 2026, pada penutupan perdagangan Jumat harga minyak mentah Brent naik 96 sen menjadi 103,54 Dolar AS per barel, sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 25 sen ke level 96,60 Dolar AS per barel.
Meski sempat menguat, secara mingguan harga minyak tetap turun cukup dalam. Brent tercatat melemah lebih dari 5 persen selama sepekan, sementara WTI turun lebih dari 8 persen. Penurunan ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump membatalkan rencana serangan terhadap Iran demi memberi ruang bagi proses negosiasi.
Namun, pasar masih dibayangi ketidakpastian karena AS dan Iran belum mencapai kesepakatan terkait sejumlah isu penting, termasuk stok uranium Iran dan kendali atas Selat Hormuz, jalur pelayaran energi paling vital di dunia.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan ada “tanda-tanda baik” menuju kesepakatan damai. Meski demikian, ia menegaskan peluang tercapainya kesepakatan akan sulit apabila Iran tetap ingin mengendalikan pelayaran di Selat Hormuz secara permanen.
Analis ING menilai pasar masih berhati-hati meskipun optimisme mulai muncul. Menurut mereka, negosiasi serupa sebelumnya juga pernah terlihat hampir berhasil, tetapi akhirnya gagal mencapai kesepakatan.
Di sisi lain, kekhawatiran terhadap pasokan minyak global masih tinggi. Badan Energi Internasional (IEA) memperingatkan pasar minyak bisa masuk ke “zona merah” saat musim panas karena permintaan perjalanan meningkat sementara stok minyak dunia terus menipis.
BERITA TERKAIT: