Penurunan harga minyak, melemahnya Dolar AS, dan turunnya imbal hasil US Treasury (obligasi pemerintah AS) menjadi penopang utama logam mulia ini di tengah ketidakpastian konflik AS-Israel-Iran.
Emas Spot naik tipis 0,1 persen ke 4.547,54 Dolar AS per ons. Sedangkan emas Berjangka AS ditutup turun tipis 0,1 persen ke 4.542,50 Dolar AS pers ons.
Kurs Dolar AS yang turun dari level tertingginya membuat emas (yang dihargai dalam Dolar) menjadi lebih murah bagi investor dengan mata uang lain. Selain itu, penurunan harga energi dalam jangka pendek memberi napas bagi pergerakan emas.
Harga emas sebenarnya sudah anjlok lebih dari 14 persen akibat gangguan di Selat Hormuz yang memicu inflasi global.
Menurut analis UBS, inflasi akibat harga minyak membuat bank sentral (The Fed) tertekan untuk menaikkan suku bunga. Emas biasanya kalah bersaing dengan instrumen berbunga saat suku bunga tinggi.
Harga logam lainnya juga menguat. Perak spot naik 0,9 persen ke 76,63 Dolar AS per ons. Sedangkan platinum menguat tipis 0,6 persen ke 1.962 Dolar AS per ons. Paladium melonjak 1,1 persen ke 1.384,50 Dolar AS per ons.
BERITA TERKAIT: