Menurutnya, pemerintah perlu memperkuat sinergi, mendorong perekonomian Indonesia dengan berbasis kekuatan untuk permintaan domestik. Salah satunya dengan membangun kembali kepercayaan pelaku usaha serta mendorong pembiayaan bagi proyek-proyek prioritas nasional.
"Pertama bagaimana kita membangkitkan kepercayaan pelaku usaha serta mempertemukan dan mengusahakan pembiayaan kepada proyek-proyeksi prioritas nasional untuk mewujudkan stabilitas yang dinamis dan juga pertumbuhan ekonomi yang tinggi," jelasnya dalam National Policy Dialogue dan Kick Off Percepatan Intermediasi Nasional (PINISI) di Jakarta pada Senin, 27 April 2026.
Selanjutnya, Perry menegaskan pentingnya memperkuat mesin pertumbuhan domestik melalui konsumsi dan investasi yang berkelanjutan.
"Kedua bagaimana memperkuat mesin pertumbuhan domestik yaitu konsumsi yang terjaga. Juga investasi yang terus meningkat agar berbagai program-program prioritas pemerintah terus kita dorong," ujarnya.
Terakhir memastikan kebijakan berjalan efektif di lapangan baik di sektor usaha, perbankan, maupun masyarakat.
"Ketiga bagaimana memastikan bahwa kebijakan yang telah kita rumuskan dan akan terus kita rumuskan dapat diimplementasikan pada tataran dunia usaha, perbankan maupun juga pada masyarakat yang kuat," paparnya.
Perry menambahkan, Indonesia sejatinya telah memiliki kerangka kebijakan yang kuat, termasuk melalui hilirisasi dan industrialisasi yang perlu terus diperkuat untuk menopang pertumbuhan ekonomi.
"Kita memiliki kerangka kebijakan yang kuat dan itulah yang harus kita tingkatkan termasuk juga kebijakan hilirisasi dan industrialisasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang tinggi," pungkasnya.
BERITA TERKAIT: