Pengembangan bisnis ini semakin serius dengan ditandatanganinya Nota Kesepahaman (MoU) pada Rabu, 1 April 2026 dengan CRecTech terkait eksplorasi pengembangan fasilitas percontohan biogas ke biometanol di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei di Sumatra, Indonesia.
CEO Pertamina NRE, John Anis menyebut kerja sama ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk mempercepat pengembangan energi bersih berbasis sumber daya lokal. Menurutnya Indonesia memiliki potensi besar dalam hal pasar maupun ketersediaan bahan baku, khususnya limbah kelapa sawit yang belum dimanfaatkan secara optimal.
“Ke depan, kami berharap inisiatif ini tidak hanya berhenti pada tahap percontohan, tetapi dapat segera ditingkatkan (scale up) ke level komersial yang lebih besar sehingga memberikan dampak nyata bagi pengembangan ekosistem energi hijau di Indonesia,” ujar John dalam keterangan yang dikutip Rabu, 8 April 2026.
Lewat kerja sama ini, Pertamina NRE dan CRecTech akan melakukan studi bersama untuk mengevaluasi kelayakan pengembangan fasilitas percontohan biogas ke biometanol di KEK Sei Mangkei. Jika hasil studi menunjukkan potensi yang positif, kolaborasi ini akan dilanjutkan dengan pemanfaatan teknologi katalitik CRecREF milik CRecTech pada Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) Sei Mangkei.
“Teknologi CRecREF milik CRecTech dirancang khusus untuk aplikasi seperti ini, yaitu mengonversi aliran biogas berkualitas rendah menjadi bahan kimia hijau bernilai tinggi langsung di lokasi produksi, tanpa kebutuhan investasi besar seperti pada pabrik metabolism konvensional,” jelas CEO CRecTech, Kang Hui Lim.
CRecTech merupakan perusahaan teknologi bersih berbasis di Singapura yang mengonversi gas berbasis karbon menjadi bahan kimia serta bahan bakar bernilai tinggi melalui teknologi katalitik CrecREF, dengan fokus mendukung bekarbonisasi dan pengembangan kimia hijau.
BERITA TERKAIT: