Dari pihak Iran, Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menyatakan bahwa pasukan negaranya akan menghentikan operasi pertahanan. Ia juga menegaskan bahwa keamanan pelayaran di Selat Hormuz akan dijaga melalui koordinasi militer selama periode tersebut. Sentimen positif ini langsung berdampak pada pasar energi, di mana harga minyak mentah AS turun tajam lebih dari 16 persen ke sekitar 94 Dolar per barel.
Pergerakan saham di kawasan Asia pun terdongkrak kuat.
Dikutip dari
CNBC International, indeks Kospi Korea Selatan dibuka melonjak 5,3 persen, sementara Kosdaq naik 3,4 persen. Saham teknologi besar seperti Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing melesat 7,25 persen dan 9,2 persen.
Di Jepang, Nikkei 225 naik sekitar 4,5 persen, diikuti indeks Topix yang menguat 3,2 persen. Sementara itu, indeks S&P/ASX 200 Australia bertambah 2,7 persen. Pasar Hong Kong juga diperkirakan ikut menguat, dengan kontrak berjangka Hang Seng berada di atas posisi penutupan sebelumnya.
BERITA TERKAIT: