Situasi geopolitik ikut memperburuk tekanan pada Bitcoin. Perundingan perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran yang terhenti membuat harga minyak melonjak di atas 100 Dolar AS per barel pada 26 Maret. Lonjakan harga minyak ini memicu aksi jual di pasar saham global dan aset berisiko, termasuk kripto, sehingga menekan harga Bitcoin.
Tekanan jual ini juga memicu likuidasi posisi leverage, dengan total likuidasi Bitcoin mencapai 85,79 juta Dolar AS, naik 48,1 persen dalam 24 jam, mempercepat penurunan harga.
Saat ini, Bitcoin sedang menguji area support penting antara 68.000 Dolar AS dan likuiditas order-book di 68.200-68.500 Dolar AS. Fokus pasar tertuju pada data inflasi PCE AS yang akan dirilis hari ini, 27 Maret.
Jika harga bertahan di atas 68.000 Dolar AS, kemungkinan Bitcoin akan konsolidasi. Namun, jika menembus level ini, target berikutnya berada di sekitar 67.000 Dolar AS.
BERITA TERKAIT: