Dikutip dari Reuters, Selasa 24 Maret 2026, pada penutupan Senin, harga minyak mentah Brent turun sebesar 10,9 persen menjadi 99,94 Dolar AS per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS merosot 10,3 persen ke level 88,13 Dolar AS per barel.
Harga bensin dan solar berjangka di AS juga ikut turun sekitar 10 persen, setelah sebelumnya sempat menyentuh level tertinggi sejak 2022.
Meski begitu, volatilitas pasar tetap tinggi. Dalam beberapa pekan terakhir, harga minyak mengalami pergerakan ekstrem akibat ketidakpastian konflik. Bahkan, Brent sempat mencapai level tertinggi sejak Juli 2022 sebelum akhirnya terkoreksi tajam.
Dalam pernyataannya, Trump mengatakan bahwa dalam 24 jam terakhir telah terjadi pembicaraan antara AS dan Iran, dan kedua pihak disebut memiliki “poin-poin kesepakatan utama”. Ia optimistis kesepakatan bisa segera tercapai untuk mengakhiri konflik.
Namun, pernyataan tersebut langsung dibantah oleh Iran. Teheran menegaskan tidak ada negosiasi dengan AS, dan justru mengklaim telah melancarkan serangan baru ke Israel serta target lain di kawasan Timur Tengah.
Kelompok Garda Revolusi Iran (IRGC) bahkan memperingatkan akan menyerang infrastruktur listrik Israel dan fasilitas yang mendukung pangkalan militer AS di kawasan Teluk jika ancaman dari Washington benar-benar direalisasikan.
BERITA TERKAIT: