Soemitrofest:

Gen Z Didorong Jadi Motor Kebangkitan Koperasi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ahmad-alfian-1'>AHMAD ALFIAN</a>
LAPORAN: AHMAD ALFIAN
  • Minggu, 15 Februari 2026, 12:11 WIB
Gen Z Didorong Jadi Motor Kebangkitan Koperasi
eputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kementerian Koperasi (Kemenkop), Destry Anna Sari dalam acara Soemitrofest Koperasi Goes to Campus bertema “Koperasi Tak Lagi Tua, Cara Lama Rasa Baru”. (Foto: Kemenkop)
rmol news logo Semangat berkoperasi kembali digelorakan melalui ajang Soemitrofest Koperasi Goes to Campus bertema “Koperasi Tak Lagi Tua, Cara Lama Rasa Baru”. 

Acara ini menjadi momentum penting untuk mengajak generasi muda, gen Z dan milenial khususnya mahasiswa dan santri, agar melek koperasi dan menjadikannya sebagai motor penggerak ekonomi masa depan.  

Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kementerian Koperasi (Kemenkop), Destry Anna Sari menegaskan bahwa anak muda harus menjadi garda terdepan dalam kebangkitan koperasi. 

Kreativitas dan inovasi yang menjadi ciri khas anak muda menjadi salah satu modal utama dalam upaya melakukan transformasi bisnis koperasi  

“Anak muda harus menjadi game changer. Mereka adalah masa depan ekonomi Indonesia, masa depan koperasi,” ujar Destry dalam Talkshow pada rangkaian kegiatan Soemitrofest di Kampus Institut Agama Islam (IAI) An-Nawawi di Purworejo, dikutip Minggu, 15 Februari 2026.

Destry percaya bahwa di tangan anak-anak muda, koperasi dapat lebih berkembang dan maju ketika disinergikan dengan perkembangan teknologi. Terlebih dengan keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih, menjadikan ruang dan peluang anak-anak muda terlibat dalam ekosistem pengembangan koperasi semakin besar.

“Ketika kita berbicara koperasi yang jumlahnya 83 ribu, jalannya ke depan adalah generasi muda. Mereka yang berpendidikan tinggi, mereka yang akan menjadi pemain utama,” jelasnya.  

Ia memberikan contoh bahwa di Purworejo terdapat potensi sumber daya alam seperti yang dapat dimonetisasi lebih tinggi seperti gula semut, sabut kelapa, arang batok kelapa dan potensi lainnya melalui wadah koperasi. 

Dengan melibatkan anak-anak muda mengelola sumber daya alam tersebut diharapkan tercipta nilai tambah yang lebih sehingga dapat menopang kesejahteraan masyarakat khususnya diri mereka sendiri 

“Kami ingin anak muda lokal membawa potensi ini menjadi penggerak ekonomi nasional,” tambahnya. 

Destry berharap kegiatan serupa Soemitrofest ini dapat digelar lebih masif di berbagai daerah dengan mengundang lebih banyak Gen Z terutama dari kalangan mahasiswa ataupun santri. Semakin banyak anak muda yang terlibat maka tingkat literasi terkait koperasi di kalangan mereka akan semakin meningkat.

"Ketika kita berbicara industrialisasi, hilirisasi hingga swasembada pangan, maka seharusnya anak-anak muda inilah yang berdiri di barisan terdepan," katanya. rmol news logo article
EDITOR: AHMAD ALFIAN

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA