Meski data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang baru dirilis lebih kuat dari perkiraan - yang biasanya menekan pasar - bursa Asia tetap bergerak positif. Data tersebut mengurangi harapan pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve, tetapi tidak menyurutkan sentimen investor di kawasan Asia.
Pergerakan positif ini terjadi di tengah penguatan mayoritas bursa Asia.
Dikutip dari
CNBC, indeks Kospi Korea Selatan melonjak 1,12, sementara Kosdaq naik 0,22 persen. Di Australia, indeks ASX 200 menguat sekitar 0,42 persen pada perdagangan awal. Sebaliknya, Shanghai Composite relatif datar, sedangkan kontrak berjangka Hang Seng Hong Kong berada sedikit di bawah penutupan terakhir.
Lonjakan Nikkei disebut dipicu oleh apa yang pelaku pasar sebut sebagai “Takaichi trade”, menyusul kemenangan telak Perdana Menteri Sanae Takaichi dalam pemilu Majelis Rendah. Kemenangan ini memberi mandat politik yang kuat bagi Takaichi untuk menjalankan kebijakan ekonomi dalam beberapa tahun ke depan.
Perusahaan investasi global GMO menilai hasil pemilu tersebut sangat mendukung pasar Jepang dan sektor korporasi. Namun, mereka juga mengingatkan risiko intervensi pemerintah bisa meningkat jika nilai tukar Yen mendekati level 160 per Dolar AS.
BERITA TERKAIT: