Aksi ambil untung (profit taking) besar-besaran terjadi seiring menguatnya dolar AS dan memudarnya harapan akan pemangkasan suku bunga yang agresif. Setelah emas naik 17 persen dan perak melonjak 39 persen sepanjang Januari, investor memilih "cabut" dan mengamankan modal mereka.
Kini, harga emas jatuh, turun hingga 4,7 persen ke level 5.143,40 Dolar AS per ons.
Penyebab lain oreksi pasar adalah efek Kevin Warsh. Pencalonan Kevin Warsh sebagai pemimpin baru The Fed membuat Dolar menguat. Pasar menilai Warsh sosok yang rasional dan tidak akan terburu-buru menurunkan suku bunga.
Dengan menguatnya Dolar AS, harga logam jadi lebih mahal bagi pembeli internasional, sehingga permintaan pun tertekan.
Perak juga merosot tajam hingga 11 persen menjadi 103,40 Dolar AS per ons.
Analis memperkirakan harga logam industri masih akan fluktuatif dan berisiko turun lebih jauh menjelang libur Tahun Baru Imlek di China (16 Februari). Investor di China cenderung menghindari posisi berisiko di tengah pasar yang sedang sangat tidak stabil ini.
BERITA TERKAIT: