Tekanan jual mendominasi pasar sejak awal sesi. Dari seluruh saham yang diperdagangkan, hanya 70 saham yang menguat, sementara 390 saham melemah dan 498 saham lainnya bergerak stagnan.
Nilai transaksi awal tercatat sebesar Rp1,9 triliun dengan volume perdagangan mencapai 2,9 miliar saham.
Seluruh sektor kompak berada di zona merah. Sektor energi menjadi pemberat terbesar dengan penurunan hingga 9,24 persen. Disusul sektor infrastruktur yang merosot 7,42 persen dan sektor bahan baku yang melemah 6,06 persen.
Sektor properti turut tertekan 5,44 persen, sektor siklikal terkoreksi 4,92 persen, sementara sektor industri turun 4,53 persen dan teknologi melemah 4,63 persen.
Selain itu, sektor keuangan juga ikut tekanan dengan penurunan 2,93 persen. Sementara sektor non-siklikal turun 1,04 persen, sektor transportasi melemah 1,19 persen, dan sektor kesehatan terkoreksi 3,10 persen.
Di tengah pelemahan tajam IHSG, nilai tukar Rupiah justru bergerak menguat. Berdasarkan data Bloomberg pukul 09.04 WIB, Rupiah dibuka naik 0,21 persen ke level Rp16.733 per Dolar AS.
BERITA TERKAIT: