Bagi Sub Holding PTPN III (Persero), PTPN IV PalmCo, zero accident justru lahir dari konsistensi panjang dalam membangun dan menjaga sistem keselamatan kerja yang berjalan nyata di lapangan.
Dalam beberapa bulan operasional terakhir, PalmCo kembali mencatatkan 23,3 juta jam kerja aman tanpa kecelakaan fatal.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa mengatakan, mempertahankan zero accident dalam jangka waktu panjang menuntut kedisiplinan organisasi dan komitmen berkelanjutan, bukan sekadar program musiman.
“Keselamatan kerja itu maraton, bukan sprint. Tidak bisa dibangun dengan pendekatan seremonial. Yang menentukan adalah konsistensi menjalankan sistem setiap hari, di setiap unit kerja,” ujar Jatmiko dalam keterangan tertulis, Sabtu 24 Januari 2026.
Menurut Jatmiko, salah satu kunci utama mempertahankan zero accident adalah memastikan sistem K3 benar-benar hidup dalam keseharian kerja.
"Mulai dari perencanaan aktivitas, analisis risiko, hingga pengawasan di lapangan, seluruh proses dirancang saling terkait dan dijalankan secara disiplin," tuturnya.
Setiap pekerjaan, kata dia, harus melalui identifikasi potensi bahaya dan pengendalian risiko yang jelas. Dengan demikian, pencegahan dilakukan sebelum insiden terjadi, bukan setelahnya.
“Kalau sistemnya jalan, pekerja terlindungi. Jam kerja aman yang panjang hanya mungkin terjadi kalau pencegahan dilakukan secara konsisten,” katanya.
Rahasia lain yang dinilai krusial adalah pembangunan budaya keselamatan yang menempatkan pekerja sebagai subjek utama. PalmCo mendorong pekerja untuk aktif melaporkan kondisi tidak aman dan berani mengingatkan rekan kerja, tanpa rasa takut akan sanksi.
Dalam menjaga konsistensi tersebut, kata Jatmiko lagi, PalmCo juga berinvestasi pada penguatan kompetensi. Ratusan pekerja dibekali sertifikasi keselamatan kerja, termasuk Ahli K3 Umum, untuk memastikan pengawasan dan pendampingan dilakukan oleh sumber daya yang memahami risiko secara mendalam.
Pendekatan ini menempatkan K3 bukan sekadar fungsi pendukung, melainkan bagian dari kepemimpinan operasional. Setiap pimpinan unit bertanggung jawab langsung terhadap keselamatan timnya.
“Keselamatan tidak berhenti di rambu atau alat pelindung. Yang menentukan adalah kepemimpinan dan perilaku sehari-hari,” pungkasnya.
BERITA TERKAIT: