Merujuk pada data perdagangan Real-Time BEI, Selasa 13 Januari 2026, saham Bakrie Brothers (BNBR) dibuka langsung melonjak ke level Rp224, melesat jauh meninggalkan harga penutupan kemarin yang berada di angka Rp187. Kenaikan drastis sekitar 20 persen ini terjadi hanya dalam sekejap, di mana antrean beli langsung menumpuk di harga tertinggi tanpa ada yang mau menjual di harga rendah.
Meskipun laba per saham (EPS) saat ini masih tercatat impas, volume transaksi yang mencapai 345 juta lembar menunjukkan bahwa investor sangat haus akan aset ini, didorong oleh optimisme proyek kendaraan listrik mereka.
Tak kalah mentereng, Bumi Resources Minerals (BRMS) juga melanjutkan tren penguatannya. Jika kemarin ditutup pada kisaran Rp1.150, hari ini BRMS mantap bergerak di level Rp1.260. Kenaikan ini didorong oleh fundamental yang kuat seiring meroketnya harga emas dunia.
BRMS kini bukan lagi sekadar saham pengikut, melainkan menjadi penopang utama kepercayaan diri investor di grup ini.
Sementara itu, BUMI (Bumi Resources) menunjukkan stabilitas yang semakin kokoh dengan bergerak di rentang Rp436 - Rp460, naik perlahan dari posisi kemarin.
Saham ini tetap menjadi yang paling banyak ditransaksikan karena likuiditasnya yang tinggi. Di sisi lain, saham properti seperti ELTY dan JGLE mulai menunjukkan tanda-tanda kehidupan dengan keluar dari level terendahnya, mengikuti euforia yang diciptakan oleh "kakak-kakak" mereka di sektor tambang dan energi.
Secara keseluruhan, perdagangan Selasa ini menandai babak baru bagi Grup Bakrie. Investor kini melihat adanya perubahan nyata, bukan hanya sekadar rumor pasar, melainkan perbaikan kinerja yang tercermin dari harga saham yang terus merangkak naik dibandingkan hari-hari sebelumnya.
BERITA TERKAIT: