Sertifikasi ini sekaligus menjadi yang pertama diraih oleh bank pelat merah di Indonesia yang memperoleh pengakuan internasional tersebut.
Direktur Teknologi Informasi BRI, Saladin Dharma Nugraha Effendi, menyebut pencapaian ini sebagai langkah strategis dalam memperkuat fondasi kualitas pengujian sistem aplikasi, dengan fokus utama pada peningkatan pengalaman nasabah.
“Sebagai bagian dari inisiatif transformasi BRIvolution Reignite, BRI secara konsisten mengimplementasikan prinsip Reliability, Availability, Scalability and Security (RASS) sebagai standar operasional untuk menjaga stabilitas serta keamanan berbagai layanan digital,” ujarnya dalam keterangan resmi dikutip Kamis, 8 Januari 2026.
Sertifikasi TMMi Level 3 tersebut diraih untuk dua metodologi Software Development Life Cycle (SDLC), yakni V-model dan Agile. Capaian ini disebut menunjukkan bahwa proses pengujian sistem aplikasi BRI telah berjalan lebih terstruktur, terdefinisi, dan konsisten sesuai praktik terbaik industri.
Keberhasilan tersebut turut diperkuat dengan diraihnya kembali resertifikasi ISO 29119, yang merupakan standar internasional untuk proses pengujian sistem aplikasi.
“Keberhasilan tersebut ini semakin diperkuat dengan suksesnya resertifikasi ISO 29119, standar internasional untuk proses pengujian sistem aplikasi. Dengan kerangka kerja yang semakin matang, BRI dapat memastikan setiap sistem aplikasi diuji secara menyeluruh sehingga aman, efisien dan siap memberikan pengalaman terbaik bagi pengguna,” katanya.
Saladin menambahkan, sertifikasi TMMi Level 3 mencerminkan peningkatan signifikan dalam tata kelola pengujian di lingkungan BRI. Hal ini menjadi jaminan bahwa setiap sistem aplikasi dikembangkan melalui proses yang lebih ketat dan terstandarisasi.
“Dengan kerangka kerja yang semakin matang, kami dapat menghasilkan sistem aplikasi yang lebih stabil dan berkualitas, sehingga mendukung tercapainya customer excellence secara berkelanjutan,” ujarnya.
Lebih lanjut, penerapan quality assurance melalui pendekatan V-model dan Agile dinilai mampu memberikan struktur yang kuat dalam proses pengujian, sehingga hasil akhir dapat menghadirkan nilai tambah bagi nasabah.
BERITA TERKAIT: